News

Konjen China Hadiri Perayaan Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang 2023

Ketika kita membicarakan perayaan Imlek, tak bisa dipungkiri bahwa semangat kebersamaan dan toleransi menjadi inti dari setiap perayaan. Pada 14 Februari 2026, Wapres Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang untuk meninjau persiapan festival “Imlek Vaganza Harmoni Nusantara”. Kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi simbol hubungan baik antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok.

Kontribusi Konjen China di Surabaya

Konsulat Jenderal China di Surabaya, Mr. Ye Sudi, turut berperan aktif dalam merayakan tahun baru Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong. Dalam kunjungannya, ia mengamati betapa antusiasnya masyarakat Indonesia dalam menyambut perayaan ini. “Kecintaan masyarakat terhadap perayaan Imlek tampak jelas melalui berbagai acara meriah yang berlangsung di berbagai daerah, termasuk di Semarang,” ujarnya.

Mr. Ye menekankan bahwa perayaan Imlek kini tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga menunjukkan tingkat toleransi beragama yang tinggi. Harapannya, perayaan ini dapat terus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.

Kegiatan Menarik di Imlek Vaganza

Selain merayakan Imlek, Konjen Ye Sudi juga memiliki rencana untuk mengunjungi sekolah-sekolah bahasa dan berinteraksi dengan komunitas Tionghoa di Semarang. Dalam acara tersebut, ia menyediakan layanan konsuler langsung, termasuk perlindungan dan pengurusan dokumen bagi masyarakat. Tak hanya itu, pengunjung yang aktif berpartisipasi dalam acara juga mendapatkan berbagai suvenir menarik, seperti boneka, kaos, dan pin.

Yang lebih menarik lagi, Konjen Ye Sudi berkesempatan untuk menulis karakter Tionghoa “Fu”, yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Karakter ini dibagikan kepada para pengunjung yang beruntung, menambah keseruan suasana perayaan.

Tanggapan dari Ketua Yayasan Sam Poo Kong

Ketua Yayasan Sam Poo Kong, Mulyadi Setiakusuma, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran Konjen China dalam meramaikan perayaan Imlek. Menurutnya, kerja sama ini merupakan bentuk saling berbagi yang sangat berharga. “Yang terpenting adalah niat baik dalam kerja sama ini untuk rakyat Indonesia, bukan seberapa banyak yang kita berikan,” ujarnya.

Mulyadi juga mengajak perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Kendal dan Batang untuk berkontribusi melalui CSR (Corporate Social Responsibility) kepada masyarakat Semarang. Ini adalah langkah positif yang diharapkan dapat membawa manfaat bagi banyak orang.

Menyambut Pengunjung di Festival

Untuk menambah keseruan acara “Imlek Vaganza Harmoni Nusantara” di Kelenteng Sam Poo Kong, pihak penyelenggara memberikan tiket gratis bagi pengunjung mulai pukul 18.00 WIB. “Nanti mulai pukul 6 sore, kita akan mengundang artis seperti Krisdayanti dan Clarissa Dewi, serta menampilkan pertunjukan barongsai dengan 1000 LED yang hanya tampil sekali setahun,” jelas Mulyadi Setiakusuma.

Insight Praktis

Dari acara ini, kita bisa mengambil beberapa pelajaran berharga. Pertama, perayaan seperti ini menunjukkan pentingnya kerjasama antarbudaya untuk memperkuat hubungan antarnegara. Kedua, peran aktif komunitas dalam menyambut dan merayakan tradisi dapat menciptakan suasana yang lebih inklusif. Terakhir, keterlibatan pihak konsulat dalam perayaan menunjukkan bahwa diplomasi budaya bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermanfaat bagi semua.

Kesimpulan

Perayaan Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong bukan hanya sekedar merayakan tahun baru, tetapi juga menjadi momen yang memperkuat hubungan antarbudaya antara Indonesia dan Tiongkok. Kehadiran Konjen China di Surabaya, Mr. Ye Sudi, menambah warna dan makna dalam perayaan ini. Dengan semangat kebersamaan dan toleransi, kita berharap perayaan Imlek dapat terus menjadi simbol yang positif dalam mempererat hubungan antarnegara. Mari kita sambut tahun baru dengan penuh harapan dan kebaikan!

Related Articles

Back to top button